MUKO MUKO | BENGKULU – Pembangunan drainase lingkungan yang bersumber dari Dana Desa (DD) 2025 di Desa Pasar Sebelah, Kecamatan Kota Mukomuko, menuai sorotan publik.
Proyek yang baru rampung 7 Januari 2026 itu dinilai tidak sesuai spesifikasi teknis dan memicu keresahan warga.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah persoalan. Di beberapa titik, lantai drainase tampak berlubang pada jalur aliran air, sementara pasangan batu pada dinding terlihat tidak rata dan bergelombang. Kondisi tersebut memunculkan dugaan lemahnya pengawasan pekerjaan.
“Drainase ini baru selesai, tapi sudah terlihat berlubang dan tidak rapi. Kami khawatir anggaran desa tidak digunakan maksimal,” ujar seorang warga.
Sorotan juga mengarah pada minimnya keterbukaan informasi. Upaya klarifikasi oleh awak media belum mendapat penjelasan resmi. Sekretaris Desa menyebut persoalan proyek bukan kewenangannya, sementara Kepala Desa belum dapat ditemui.
Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) menjelaskan bahwa Kepala Desa tengah fokus pada agenda lain. “Kepala desa belum bisa ditemui karena sedang fokus pada pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih,” jelasnya.
Kondisi ini menambah kekhawatiran masyarakat terhadap pengelolaan Dana Desa. Seorang tokoh masyarakat mendesak aparat pengawas segera turun tangan.
“Kami meminta Inspektorat, BPKP, dan aparat penegak hukum segera turun tangan untuk memeriksa penggunaan Dana Desa 2025,” katanya.
Ia menegaskan, jika ditemukan pelanggaran, proses hukum harus ditegakkan.
“Jika terbukti ada penyimpangan, penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Warga berharap evaluasi menyeluruh dilakukan agar penggunaan anggaran publik benar-benar transparan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (TIM RED)






