Mengkhawatirkan, Masyarakat Minta Perbaikan Jembatan Segera Sebelum Menimbulkan Korban

WARTA UPDATE.COMSilaut. Pesisir Selatan, Rabu. (14 Januari 2026) – Kondisi jembatan yang menjadi jalan lintas provinsi antara Padang dan Bengkulu di Nagari Silaut, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kini semakin mengkhawatirkan bagi masyarakat sekitar. Jembatan yang melintasi Batang Sungai Silaut tersebut telah lama mengalami kerusakan pada bagian lantainya, yang hingga saat ini hanya ditutupi dengan besi plat tebal sebagai solusi sementara. Namun, langkah tersebut justru menimbulkan masalah baru yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. 

 

Meskipun besi plat tersebut dipasang untuk menutupi lubang pada lantai jembatan, kondisi ini tidak menjamin keamanan dan kenyamanan bagi pengendara. Setiap kendaraan yang melintas di atasnya akan mengalami pergeseran posisi akibat permukaan yang tidak rata, sehingga memperparah kerusakan pada struktur lantai jembatan itu sendiri. Selain itu, pinggiran besi plat yang tajam seringkali menyebabkan kerusakan pada ban kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Hal ini membuat banyak masyarakat setempat yang setiap hari harus melewati jembatan tersebut merasa khawatir dan mengeluhkan ketidaknyamanannya.

 

Seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi jembatan, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengungkapkan harapannya saat ditemui awak media. “Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat segera menyikapi kondisi jembatan ini dengan sikap serius. Sudah lama jembatan ini rusak dan hanya ditutupi besi plat saja. Sekarang lubangnya semakin besar, dan kami khawatir jika tidak segera diperbaiki, akan menimbulkan korban yang tidak diinginkan,” ujarnya dengan nada penuh harap.

 

Jembatan Silaut memiliki peran penting sebagai akses utama bagi masyarakat di kawasan tersebut, terutama untuk kegiatan ekonomi dan mobilitas sehari-hari. Kabupaten Pesisir Selatan sendiri merupakan daerah dengan potensi ekonomi yang cukup besar, khususnya di sektor perkebunan sawit, dan jembatan ini menjadi salah satu jalur penting untuk mengangkut hasil produksi ke pasar luar daerah. Sebelumnya, pada tahun 2023, pernah terjadi kejadian ambruknya jembatan permanen di Nagari Silaut III yang menyebabkan sekitar 10 ribu masyarakat terisolasi selama beberapa waktu. Kejadian tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelayakan dan keamanan infrastruktur jalan dan jembatan.

 

Saat ini, Kabupaten Pesisir Selatan termasuk dalam empat kabupaten di Sumatera Barat yang menjadi fokus pemerintah dalam upaya perbaikan dan rehabilitasi pascabencana yang terjadi pada November 2025 lalu. Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menyampaikan bahwa pemerintah tengah berfokus pada pemulihan infrastruktur, termasuk jalan dan jembatan, agar dapat mempermudah aktivitas masyarakat dan mendukung pemulihan ekonomi daerah.

 

Masyarakat Silaut berharap bahwa kondisi jembatan yang mengkhawatirkan ini akan segera mendapatkan perhatian serius dari pihak terkait. Mereka berharap pemerintah daerah atau dinas pekerjaan umum dan tata ruang dapat segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur jembatan serta mengambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan atau pembangunan ulang jika diperlukan. Selain itu, diharapkan juga dapat dilakukan pengawasan dan pemeliharaan secara berkala agar jembatan dapat tetap berfungsi dengan baik dan aman bagi pengguna jalan.

 

“Kami tidak ingin kejadian buruk seperti ambruknya jembatan atau korban jiwa terjadi di sini. Oleh karena itu, kami meminta agar pemerintah segera bertindak dan menyelesaikan masalah ini sebelum terlambat,” tegas salah seorang tokoh masyarakat setempat.

 

Semoga dengan adanya harapan dan keluhan dari masyarakat, pihak pemerintah dapat segera mengambil langkah yang diperlukan untuk memperbaiki jembatan Silaut, sehingga dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi semua pengguna jalan serta mendukung perkembangan ekonomi daerah. (EVIS )