Imbas Pernyataan Bahlil Picu Panic Buying, Antrean BBM Mengular di SPBU 24-382.04 Kota Bengkulu

WARTA UPDATE. COM BENGKULU Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan mengular di SPBU 24-382.04 Jalan Gedang, Kota Bengkulu, dalam tiga hari terakhir. Kondisi ini dipicu oleh fenomena panic buying masyarakat menyusul misinterpretasi terhadap pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, terkait ketahanan stok BBM nasional.

Asisten Manajer SPBU 24-382.04, Hazil Hamrat, mengonfirmasi bahwa lonjakan antrean ini terjadi akibat kekhawatiran warga yang berlebihan. Publik sempat menangkap pesan bahwa stok BBM hanya cukup untuk 21 hari, sehingga memicu asumsi akan terjadi kelangkaan menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Hazil menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena persediaan di SPBU Jalan Gedang dipastikan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan warga hingga masa mudik dan lebaran mendatang. “Stok BBM saat ini mencapai 16.000 KL, yang terdiri dari 5.000 KL Pertalite, 6.000 KL Pertamax, 1.000 KL Bio Solar, dan 4.000 KL Dex. Ketahanan stok kami dijaga ketat dengan pasokan rutin dari Depo Pertamina Bengkulu,” ujar Hazil saat memberikan keterangan resmi, Jumat (6/3/2026).

Untuk menjaga kestabilan BBM, setiap harinya SPBU menerima pasokan: 8.000 KL Pertamax dan Bio Solar, 23 KL Pertalite. 5.000 KL Dex (pengiriman mingguan). Guna meredam kepanikan, pihak pengelola SPBU melakukan langkah proaktif dengan memberikan edukasi langsung kepada konsumen yang mengantre. Salah satu metodenya adalah melalui sosialisasi video pendek berdurasi satu menit berjudul “BBM Kita Nggak Bakal Habis Di Hari Ke 21, Ini Faktanya”.

“Kami mencoba meluruskan salah persepsi terkait ketahanan stok nasional. Video edukasi ini kami sebarkan di media sosial dan kami jelaskan langsung kepada pengendara agar mereka paham bahwa angka 21 hari itu adalah indikator ketahanan stok yang terus berputar (cycle), bukan berarti setelah 21 hari BBM akan habis total,” tambah Hazil.

Pantauan di lapangan menunjukkan meski antrean masih terlihat memanjang, situasi tetap kondusif di bawah pengawasan petugas lapangan. Warga diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai dengan kebutuhan normal agar distribusi tetap lancar bagi seluruh lapisan masyarakat. (Hry)

Pos terkait