WARTA UPDATE.COM, BENGKULU – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 H/2026 M, sinyal waspada mulai menyala bagi stabilitas harga pangan di Kota Bengkulu. “Alarm merah” mulai terdengar seiring melonjaknya harga sejumlah komoditas pokok, terutama kelompok cabai yang mengalami kenaikan harga cukup signifikan.
Berdasarkan pantauan lapangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bengkulu, harga Cabai Rawit Merah yang sebelumnya berada di angka Rp64.185 per kg, kini meroket menjadi Rp80.167 per kg. Lonjakan serupa terjadi pada Cabai Merah Keriting yang naik dari Rp39.000 per kg ke angka Rp54.667 per kg.
Faktor Cuaca dan Suplai Jadi Pemicu Utama
Kabid Ketersediaan dan Pendistribusian Pangan DKPP Kota Bengkulu, Eka Suniarti, S.H., M.H, menjelaskan bahwa meroketnya harga komoditas “pedas” ini dipicu oleh terganggunya rantai pasokan.
“Kenaikan harga cabai dipicu oleh menurunnya suplai dari wilayah Pagar Alam. Selain itu, faktor cuaca buruk juga mengakibatkan penurunan hasil produksi pertanian di wilayah penyangga seperti Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, dan Seluma,” terang Eka dalam keterangannya, Selasa (10/2).
Daftar Harga Bahan Pokok Lainnya
Berbeda dengan cabai, sejumlah komoditas bahan pokok lainnya terpantau masih stabil dan belum mengalami kenaikan yang mengkhawatirkan:
* Beras: Rp13.917/kg (Premium: Rp15.306/kg, SPHP: Rp12.200/kg)
* Minyak Goreng: Kemasan Rp20.556/kg, Minyakita Rp16.550/kg
* Daging & Telur: Sapi Rp136.667/kg, Ayam Rp39.889/kg, Telur Rp29.444/kg
* Bumbu Dapur: Bawang Merah Rp43.111/kg, Bawang Putih Rp41.778/kg
* Kedelai: Rp10.150/kg
Meski harga fluktuatif, Eka Suniarti mengimbau warga Kota Bengkulu agar tidak panik (panic buying). Berdasarkan data neraca pangan mingguan pada Februari 2026, ketersediaan bahan pokok secara umum masih berada di atas angka kebutuhan masyarakat.
Eka memaparkan bahwa stok beras saat ini mencapai 847 ton, sangat mencukupi kebutuhan mingguan warga yang sebesar 568 ton. Kondisi serupa terjadi pada sektor protein; ketersediaan daging sapi mencapai 13 ton dengan kebutuhan hanya 5 ton, sementara daging ayam tersedia 98 ton untuk mencukupi kebutuhan sebesar 93 ton.
Untuk komoditas yang sedang naik daun, pemerintah memastikan stok di gudang masih aman. Cabai rawit memiliki ketersediaan sebanyak 59 ton (kebutuhan 48 ton) dan cabai keriting tersedia 9,5 ton (kebutuhan 7 ton). Selain itu, stok minyak goreng juga masih surplus dengan ketersediaan 120 ton berbanding kebutuhan 98 ton.
Secara akumulatif, total ketersediaan bahan pokok di Kota Bengkulu mencapai 1.394,7 ton, jauh melampaui kebutuhan total masyarakat yang berada di angka 978 ton per minggu.
Pengawasan Diperketat
Walaupun stok mencukupi, Pemerintah Kota Bengkulu tetap memberikan atensi khusus pada tren kenaikan harga yang diprediksi terus merangkak hingga minggu pertama Ramadan.
“Kami akan memperketat pemantauan pasar dan koordinasi antar daerah guna memastikan jalur distribusi tidak terhambat, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan cuaca ekstrem ini,” tutup Eka. (Hry)






